Site icon Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Dari Hobi Jadi Profesi: Meniti Kemandirian Sejak Bangku Kuliah, Mahasiswi Ini Tekuni Profesi MUA

Dari Hobi Jadi Profesi: Meniti Kemandirian Sejak Bangku Kuliah, Mahasiswi Ini Tekuni Profesi MUA

Dari Hobi Jadi Profesi: Meniti Kemandirian Sejak Bangku Kuliah, Mahasiswi Ini Tekuni Profesi MUA

hes.unugiri.ac.id — Menjalani perkuliahan sambil bekerja bukan perkara mudah, namun hal tersebut dilakukan oleh Pingky Adelya Vanevi, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) angkatan 2024 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), sebagai langkah untuk membangun kemandirian finansial sejak dini. Mahasiswi yang berdomisili di Desa Katerban, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban ini memilih menekuni profesi Make Up Artist (MUA) di tengah kesibukan akademik, sebagai bentuk ikhtiar memanfaatkan keterampilan yang dimiliki secara produktif.

Ketertarikannya terhadap dunia rias berawal dari hobi merias diri. Seiring waktu, ia melihat make up tidak hanya sebagai minat pribadi, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan bersamaan dengan aktivitas kuliah. Sejak Agustus 2025, Pingky mulai belajar make up secara otodidak melalui media sosial dan YouTube, hingga akhirnya berani menerima klien.Langkah awal tersebut dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, teman, dan tetangga. Dengan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri Pingky tumbuh dan jangkauan kliennya pun semakin luas.

Keputusannya menekuni profesi MUA dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk mandiri secara finansial dan tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua. Sejak awal kuliah, ia menyadari perlunya memiliki sumber penghasilan sendiri agar mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan pribadinya secara bertanggung jawab. Menurut Pingky, profesi MUA dipilih karena memiliki fleksibilitas waktu yang relatif dapat disesuaikan dengan jadwal perkuliahan. Namun, fleksibilitas tersebut tetap menuntut kemampuan mengatur waktu dan menyesuaikan jadwal klien dengan kewajiban akademik yang dijalani. Oleh karena itu, ia harus cermat menyusun prioritas agar pekerjaan tidak mengganggu tanggung jawab kuliah.

Selain itu, pekerjaan berbasis keterampilan ini memungkinkan seseorang memperoleh penghasilan dari kemampuan yang terus diasah melalui proses belajar dan latihan. Rasa kurang percaya diri sebagai pemula serta keterbatasan peralatan juga sempat menjadi hambatan di awal. “Pernah merasa kewalahan, terutama ketika tugas kuliah menumpuk bersamaan dengan jadwal klien. Bahkan sempat diremehkan, tetapi hal itu justru saya jadikan motivasi untuk terus bertahan dan berkembang,” ujarnya. Dalam mengatur aktivitas sehari-hari, Pingky menempatkan kuliah sebagai prioritas utama. Jadwal klien diatur di luar jam perkuliahan, seperti akhir pekan atau hari libur, dengan komunikasi yang jujur dan terbuka. Pola ini membantunya menjaga keseimbangan antara studi dan pekerjaan.

Dari pengalaman menjalani dua peran tersebut, Pingky memperoleh banyak pelajaran berharga, mulai dari tanggung jawab, manajemen waktu, hingga kedisiplinan. Ia juga belajar untuk tetap bersikap profesional dalam berbagai kondisi, meskipun menghadapi kelelahan fisik atau tekanan mental.Selain melayani klien secara langsung, Pingky juga membagikan proses belajar dan hasil riasannya melalui media sosial TikTok @pingkybeauty.id sebagai sarana dokumentasi sekaligus pengembangan diri. Pilihan Pingky menekuni profesi MUA menunjukkan upayanya untuk mengelola keterampilan yang dimiliki secara mandiri dan bertanggung jawab. Melalui pekerjaan tersebut, ia berusaha memperoleh penghasilan dari hasil kerja dan keahlian sendiri di tengah kesibukan perkuliahan.Meski harus membagi waktu dan energi, Pingky tetap berupaya menjalankan kewajiban akademik secara maksimal. Baginya, bekerja sambil kuliah justru melatih diri untuk lebih menghargai waktu dan bersikap amanah terhadap setiap tanggung jawab.

Kemudian, Pingky juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mencoba kuliah sambil bekerja. Menurutnya, keberanian untuk memulai dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalani dua peran sekaligus. “Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Memang tidak mudah, tetapi jika dijalani dengan niat yang baik, disiplin, dan manajemen waktu yang tepat, pengalaman ini akan sangat bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya.

Exit mobile version