Site icon Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Praktik Magang di Pengadilan Agama Bojonegoro, Mahasiswa Pahami Seluk Beluk Penanganan Perkara dan Persidangan

Praktik Magang di Pengadilan Agama Bojonegoro, Mahasiswa Pahami Seluk Beluk Penanganan Perkara dan Persidangan

Praktik Magang di Pengadilan Agama Bojonegoro, Mahasiswa Pahami Seluk Beluk Penanganan Perkara dan Persidangan

hes.unugiri.ic.id — Mahasiswa Semester 6 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro melaksanakan kegiatan praktik magang di Pengadilan Agama Bojonegoro Kelas I. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memperoleh pengalaman langsung di dunia peradilan, khususnya dalam memahami praktik hukum acara serta sistem peradilan agama secara nyata.

Kegiatan magang tersebut diikuti oleh beberapa mahasiswa, di antaranya Sindy Wahyu Silvia, Indri Putri Pratiwi, dan Linda Aprilia. Selama magang, mahasiswa ditempatkan di beberapa bagian penting, terutama pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang menjadi pusat pelayanan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga terlibat pada bagian administrasi perkara serta sistem digital peradilan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti membantu administrasi perkara, menyusun surat gugatan sederhana, menginput data ke dalam sistem, serta mempelajari alur penanganan perkara mulai dari pendaftaran hingga putusan. Mahasiswa juga dikenalkan dengan penggunaan aplikasi berbasis digital seperti e-Court, e-Litigasi, dan e-Payment.

Salah satu peserta magang, Indri Putri Pratiwi menyampaikan bahwa pengalaman paling berkesan adalah ketika dapat melihat langsung jalannya persidangan dan memahami proses penegakan hukum secara nyata.

“Melalui magang ini, kami bisa memahami secara langsung bagaimana proses peradilan berjalan, tidak hanya dari teori, tetapi juga praktik di lapangan,” ujarnya.

Mahasiswa juga memperoleh banyak pembelajaran baru, terutama terkait sistem peradilan berbasis digital serta alur penyelesaian perkara secara menyeluruh. Dari sisi keterampilan, mereka mengalami peningkatan dalam administrasi hukum, penggunaan teknologi peradilan, komunikasi pelayanan publik, serta pemahaman dokumen hukum.

Adapun tantangan yang dihadapi selama magang adalah memahami sistem digital yang cukup kompleks serta tuntutan ketelitian dalam mengelola data perkara. Selain itu, mahasiswa juga perlu menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang relatif cepat di lingkungan pengadilan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ia berupaya aktif bertanya kepada pembimbing, mengikuti arahan dengan baik, serta belajar secara mandiri. Dukungan dari pegawai dan pembimbing juga dinilai sangat baik, karena mereka memberikan bimbingan dan penjelasan secara jelas dalam setiap tugas yang diberikan.

Menurutnya, program magang memiliki peran yang sangat penting karena menjadi jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Hal ini juga membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Setelah mengikuti magang, Indri mengaku semakin tertarik untuk berkarier di bidang hukum, khususnya di lingkungan peradilan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar dapat memanfaatkan kesempatan magang dengan maksimal.

“Manfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya, jangan malu untuk bertanya, dan terus belajar,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja profesional di masa mendatang.

Exit mobile version