hes.unugiri.ac.id — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) Fakultas Syariah dan Adab (FSA) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Syariah dan Adab Unugiri sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10-11 Januari 2026 yang bertempat di Masjid Al-Biru Pertiwi Dander.
Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) Fakultas Syariah dan Adab mengusung tema “Character Building: Membentuk Pemimpin yang Berkarakter, Beretika, dan Berdedikasi untuk Organisasi”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa program studi di lingkungan Fakultas Syariah dan Adab, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri). Hal tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sumber daya mahasiswa yang berintegritas dan berdaya saing.Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan acara yang diawali dengan melantunkan sholawat al-fatih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, serta sambutan-sambutan dari panitia pelaksana, Ketua BEM Fakultas Syariah dan Adab, dan Dekan Fakultas Syariah dan Adab, sebelum ditutup dengan doa.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Adab Unugiri, Agus Sholahudin Shidiq, menegaskan bahwa Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk membangun relasi, mengasah nalar kritis, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui organisasi. Ia juga menyoroti tantangan mahasiswa di era digital, khususnya penggunaan gawai yang berlebihan. “Mahasiswa yang terlalu banyak bermain gadget tanpa diimbangi dengan aktivitas intelektual dan sosial berpotensi mengalami penurunan kualitas berpikir,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang telah memilih terlibat dalam organisasi harus mampu berpikir lebih kritis dan menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran intelektual. “Ketika mahasiswa sudah masuk dalam organisasi, maka yang dituntut bukan hanya keaktifan secara fisik, tetapi juga keaktifan secara intelektual dan kesiapan untuk berkompetisi secara sehat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Syariah dan Adab Unugiri, Fitria Ika Yuliana, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) sebagai titik awal dalam perjalanan berorganisasi dan pengembangan diri. “Teruslah berproses, jangan pernah merasa bosan dengan hal-hal baru, dan tetap jaga semangat. LKMTD ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang yang masih harus kita selesaikan bersama,” ujarnya. Memasuki sesi inti, peserta mengikuti berbagai materi penguatan kapasitas, meliputi kepemimpinan (leadership), manajemen konflik, analisis sosial dan analisis diri (ansos-andir), antropologi kampus, hingga administrasi organisasi. Seluruh rangkaian materi disusun untuk membekali peserta dengan pemahaman konseptual dan praktis dalam menghadapi dinamika organisasi mahasiswa.
Bagi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), keikutsertaan kader dalam Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter, kedewasaan berorganisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan internal maupun eksternal organisasi.
Kemudian, Salah satu peserta yaitu Tahmida Masbuchah mengungkapkan bahwa kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) memberikan pengalaman yang seru dan bermakna. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk mental dan pola pikir sebagai mahasiswa. “Selama mengikuti LKMTD, saya mendapatkan pengalaman yang seru dan bermakna. Tidak hanya memperoleh ilmu dan insight baru, tetapi juga merasa diri saya semakin ter-upgrade. Cara berpikir menjadi lebih terbuka, mental semakin terbentuk, dan saya merasa lebih siap untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat dapat menjadi fondasi awal dalam mencetak mahasiswa yang berkarakter, beretika, serta memiliki dedikasi tinggi dalam berkontribusi bagi kampus dan masyarakat.

