hes.unugiri.ac.id — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) sukses menyelenggarakan Olimpiade Ekonomi Islam 2025 sebagai ajang kompetisi akademik dan penguatan literasi ekonomi syariah. Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan dan pembinaan dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Olimpiade Ekonomi Islam 2025 ini diperuntukkan bagi siswa dan siswi SMA/MA/SMK sederajat, sebagai upaya mengenalkan dan menumbuhkan pemahaman ekonomi Islam sejak jenjang pendidikan menengah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan daya pikir kritis, pemahaman konsep ekonomi syariah, serta kepercayaan diri dalam kompetisi akademik.
Masa pendaftaran Olimpiade Ekonomi Islam 2025 dibuka pada 28 November hingga 18 Desember 2025. Setelah rangkaian pendaftaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan babak penyisihan yang dilaksanakan pada 20 Desember 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, dengan pusat pelaksanaan berada di Auditorium Fakultas Syariah dan Adab (FSA).
Babak penyisihan diikuti oleh sembilan tim peserta. Pada tahap ini, peserta mengerjakan 50 soal pilihan ganda dengan estimasi waktu pengerjaan selama 120 menit. Untuk menjaga integritas dan objektivitas perlombaan, panitia menerapkan sistem dua perangkat, yakni satu perangkat digunakan untuk Zoom sebagai sarana pemantauan aktivitas peserta, dan satu perangkat lainnya digunakan khusus untuk mengerjakan soal. Peserta tidak diperkenankan menggunakan handphone, buku catatan, maupun alat bantu lainnya selama perlombaan berlangsung.
Setelah babak penyisihan berakhir, pada 21 Desember 2025 panitia mengumumkan enam tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal dan final. Pada hari yang sama, panitia juga melaksanakan technical meeting untuk menjelaskan teknis dan ketentuan pelaksanaan babak lanjutan kepada seluruh tim yang lolos.

Babak semifinal dan final dilaksanakan pada 29 Desember 2025 bertempat di Aula Hasyim Asy’ari, Rektorat Lt. 3 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI). Babak semifinal dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berupa soal wajib, di mana setiap tim diberikan waktu 20 detik untuk menjawab. Apabila tim tidak mampu menjawab, soal akan dilemparkan kepada tim berikutnya dengan waktu 10 detik, dan apabila tetap tidak terjawab, soal dinyatakan hangus.
Sesi kedua merupakan soal rebutan yang menekankan kecepatan dan ketepatan jawaban. Pada sesi ini, setiap soal diberikan waktu 10 detik, dan apabila tidak dapat dijawab, soal dinyatakan hangus. Berdasarkan hasil babak semifinal, panitia menetapkan tiga tim terbaik untuk melaju ke babak final.Setelah jeda istirahat hingga pukul 12.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan babak final. Pada tahap ini, setiap tim mengambil undian untuk menentukan studi kasus yang harus diselesaikan. Masing-masing tim diberikan waktu 30 menit, dengan ketentuan 10 menit pertama diperbolehkan menggunakan media elektronik, sedangkan 20 menit berikutnya tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu apa pun.
Selanjutnya, setiap tim mempresentasikan hasil diskusinya dengan estimasi waktu 10 menit, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi masukan dan komentar dari dewan juri yang terdiri atas Muhammad Zaenal Abidin, Eko Arief Cahyono, dan Lisa Aminatul Mukarromah.Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia secara resmi mengumumkan para juara Olimpiade Ekonomi Islam 2025, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.Salah satu peserta mengungkapkan kesan dan pengalamannya selama mengikuti perlombaan. Ia mengaku sempat merasa gugup dan cemas pada awal kegiatan, namun perlahan justru menikmati setiap proses yang dilalui.
“Awalnya saya sangat nervous dan takut karena ini pertama kalinya mengikuti olimpiade ekonomi Islam. Tapi ternyata lombanya sangat seru dan menantang. Dari kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman baru, menambah wawasan tentang ekonomi syariah, serta bertemu teman-teman baru,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) berharap Olimpiade Ekonomi Islam dapat menjadi agenda akademik berkelanjutan yang mampu mendorong minat generasi muda terhadap ekonomi syariah serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

