hes.unugiri.ic.id— Mahasiswa Semester 6 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro melaksanakan kegiatan magang di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro melalui program magang kerja kampus yang bekerja sama dengan instansi pemerintah. Kegiatan tersebut diawali dengan pembekalan pada 6 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi sekaligus pembagian divisi pada 8 April 2026.
Kegiatan magang tersebut diikuti oleh 11 mahasiswa, yang terdiri dari 9 mahasiswa Prodi HES. Mahasiswa HES yang terlibat di antaranya adalah Laily Rima Febrianti, Vera Shofi Kusnia, M. Iqbal Maulana, Lailatul Isrokiyah, Melyza Wilda Aulia, Nur Azwajum Muthoharoh, Ana Mar’atus Safitri, Mutiah, dan Ainur Isna Innisa’.
Salah satu peserta magang, Nur Azwajum Muthoharoh, menjelaskan bahwa penempatan magang berada di bagian kesekretariatan wakaf. Selama kegiatan berlangsung, ia dan rekan-rekannya melakukan berbagai tugas seperti mengentri data wakaf, mengentri data PTSL, menginput data berkas masuk, serta memvalidasi buku tanah melalui portal ATR/BPN.
“Hal yang paling sering kami lakukan setiap hari adalah mengentri data wakaf melalui web portal ATR/BPN,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman paling berkesan selama magang adalah saat menangani data wakaf pada bagian yayasan yang memiliki banyak data tidak valid. Selain itu, pengalaman menantang juga dirasakan ketika melakukan validasi data yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama karena masih terdapat sertifikat lama yang belum diperbarui dan sebagian masih ditulis tangan.
Menurutnya, tantangan utama selama magang adalah kesulitan awal dalam menganalisis data wakif dan nadzir. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan bimbingan dari pegawai yang sangat ramah dan membantu dalam setiap proses kerja.
“Dukungan dari pegawai dan pembimbing sangat baik, mereka selalu memberikan arahan dalam setiap pekerjaan,” ungkapnya.
Selain itu, keterampilan yang paling berkembang selama magang meliputi kemampuan teknologi informasi, analisis data wakaf, serta pemahaman mengenai rukun dan subjek wakaf.
Ia juga menyampaikan bahwa program magang ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam memberikan pengalaman nyata di dunia kerja yang tidak sepenuhnya diperoleh di bangku perkuliahan. Setelah mengikuti magang, dirinya merasa lebih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.
“Magang ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung di dunia kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengaku semakin tertarik untuk berkarier di bidang pertanahan atau di lingkungan BPN. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam kedisiplinan, kemampuan IT, serta menjaga kesehatan selama menjalani magang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja profesional di masa mendatang.

