hes.unugiri.ac.id – Jalur publikasi artikel ilmiah kini semakin diminati sebagai alternatif penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri). Salah satu mahasiswa HES, Ahzun Nia Nur Azqia, yang kerap disapa Ahzun, berhasil menyelesaikan tugas akhirnya melalui publikasi artikel pada jurnal terindeks Sinta 3 sehingga dapat mengikuti ujian munaqasah.
Ahzun mengaku merasa sangat bersyukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, proses publikasi artikel ilmiah membutuhkan waktu yang cukup panjang dan penuh tantangan. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena bisa menyelesaikan tugas akhir melalui jalur publikasi artikel Sinta 3. Prosesnya cukup panjang dan penuh tantangan, tetapi semua usaha yang dilakukan terbayar ketika artikel berhasil terbit dan saya dapat mengikuti munaqasah,” ujarnya.
Keputusan memilih jalur publikasi berawal dari kebijakan Prodi HES yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih antara penyusunan skripsi atau publikasi artikel ilmiah sebagai tugas akhir. Dengan kondisi bekerja secara full time dan hanya dapat hadir ke kampus satu hingga dua kali dalam sepekan, Ahzun memilih jalur publikasi karena ingin memperoleh pengalaman baru sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan publikasi ilmiah Prodi HES.
Artikel yang dipublikasikan berjudul The Legal-Ethical Risk of Paylater Promotions in Food Purchases: Consumer Protection and Wafa’ Bi Al-‘Uqud. Penelitian tersebut berangkat dari fenomena promosi Mie Gacoan Rp1 melalui aplikasi YUP yang kemudian dikaji dari perspektif perlindungan konsumen dan prinsip wafa’ bi al-‘uqud dalam Hukum Ekonomi Syariah.
Dalam proses penyusunan hingga publikasi, Ahzun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan data penelitian, tenggat waktu yang cukup singkat, hingga proses revisi yang intensif. Selain itu, ia juga harus mencari jurnal tujuan secara mandiri karena belum terdapat rekomendasi rumah jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Artikel tersebut bahkan sempat ditolak oleh jurnal Sinta 2 karena tidak sesuai dengan ruang lingkup (scope) jurnal.
Meski demikian, dukungan dosen pembimbing menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya. “Saat artikel saya ditolak di jurnal Sinta 2 karena tidak sesuai scope, dosen pembimbing memberikan banyak masukan untuk memperbaiki pendahuluan, pembahasan, dan hasil penelitian. Akhirnya saya menemukan jurnal Sinta 3 yang sesuai dengan penelitian saya,” ungkapnya.
Menurut Ahzun, jalur publikasi memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan penyusunan skripsi konvensional karena artikel harus melalui proses peer review dan memenuhi standar penulisan ilmiah yang lebih ketat serta memiliki unsur kebaruan penelitian.
Melalui proses tersebut, ia mengaku memperoleh banyak manfaat, mulai dari meningkatnya kemampuan menulis karya ilmiah, mencari dan menganalisis referensi, hingga memahami mekanisme publikasi jurnal. Ia juga merasa semakin memahami isu-isu kontemporer dalam Hukum Ekonomi Syariah, khususnya yang berkaitan dengan transaksi digital, perlindungan konsumen, serta penerapan prinsip-prinsip syariah dalam perkembangan teknologi keuangan.
Kepada mahasiswa HES lainnya, Ahzun berpesan agar tidak takut mencoba jalur publikasi ilmiah. “Persiapkan penelitian dengan baik, perbanyak membaca referensi dan data, serta jangan mudah menyerah ketika menghadapi revisi. Prosesnya memang tidak mudah, tetapi pengalaman dan manfaat yang diperoleh sangat sepadan dengan usaha yang dilakukan,” pesannya.
Di akhir wawancara, Ahzun berharap pengalaman yang telah dilaluinya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa HES lainnya untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Ia juga berharap Prodi HES Unugiri dapat menyampaikan informasi mengenai jalur publikasi lebih awal agar mahasiswa memiliki waktu yang cukup dalam mempersiapkan penelitian. Selain itu, ia mengusulkan agar mahasiswa yang memilih jalur publikasi mendapatkan pendampingan yang lebih intensif sehingga proses penyusunan artikel hingga publikasi dapat berjalan lebih optimal.

