hes.unugiri.ac.id – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro menyelenggarakan Futurepreneur Fest 2026 pada Sabtu (13/6/2026) di Smart Class Unugiri Bojonegoro. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HES Fest 2026 ini mengusung tema “Integrasi Kreativitas, Teknologi, dan Inovasi Bisnis dalam Mencetak Generasi Studentpreneur Visioner dan Berdaya Saing Global.”
Seminar yang diikuti oleh mahasiswa HES semester 2 dan 4 tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan serta menumbuhkan semangat generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan siap menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan Sholawat Al-Fatih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars Syubbanul Wathon. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) HES, Mahesi Ernawati, yang menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi HES, para pemateri, panitia, serta mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada
Kaprodi HES, para pemateri, panitia, serta mahasiswa yang telah hadir. Semoga teman-teman dapat mengambil inspirasi dari dua pemateri yang hadir pada hari ini dan termotivasi menjadi pengusaha muda dari generasi Z,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kaprodi HES, Eko Arief Cahyono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta serta menegaskan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak masa perkuliahan.
“Tujuan seminar ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan agar setelah lulus nanti tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga siap membuka dan mengembangkan usaha sendiri,” tuturnya.
Setelah sambutan dan doa bersama, acara memasuki sesi inti seminar yang menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi usaha.
Pada sesi pertama, Atik Isfifarini, Owner Yoi Food, membawakan materi mengenai pentingnya keberanian memulai usaha sejak dini. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman, terus berinovasi, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Ia menjelaskan bahwa membangun sebuah bisnis tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi memerlukan proses, mulai dari mempersiapkan peralatan, membangun tim, hingga mengembangkan usaha secara bertahap. Selain itu, calon wirausahawan perlu melakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan konsumen serta memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi sebagai sarana memperluas peluang bisnis.
Pada sesi kedua, Achmad Khozinatul Asror, Owner Mr. ZIN Barbershop sekaligus alumni HES Unugiri, menyampaikan materi bertajuk “Mentalitas Entrepreneur di Usia Muda.” Ia menekankan bahwa langkah awal menjadi seorang entrepreneur adalah memiliki pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.
Menurutnya, membangun usaha memerlukan keberanian untuk memulai, kemampuan mengelola modal secara bijak, serta konsistensi dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan bisnis melalui riset pasar, penentuan strategi harga, serta evaluasi usaha secara berkala.
Selain itu, Khozin menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang positif melalui komunikasi yang baik dengan tim, menjaga kualitas produk dan pelayanan, serta terus melakukan inovasi agar usaha mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait langkah awal membangun bisnis, strategi menghadapi persaingan, hingga cara mengembangkan usaha dengan modal yang terbatas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber serta sesi dokumentasi bersama sebelum acara resmi ditutup.
Salah satu peserta seminar, Nabila Nur Anggraini, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat dan wawasan baru mengenai dunia kewirausahaan.
“Saya merasa seminar kewirausahaan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan baru tentang dunia usaha. Materi yang disampaikan oleh para pemateri mudah dipahami, inspiratif, serta memotivasi kami sebagai mahasiswa untuk berani memulai dan mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini,” ungkapnya.
Nabila juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman.
“Semoga kegiatan seminar seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman sehingga mahasiswa dapat memperoleh lebih banyak ilmu, pengalaman, dan motivasi untuk menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan,” tambahnya.
Melalui Futurepreneur Fest 2026, Prodi HES Unugiri berharap mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata Prodi HES dalam mencetak generasi studentpreneur yang visioner, inovatif, dan berdaya saing global.

