hes.unugiri.ac id – Ujian Munaqasah Gelombang II Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro diselenggarakan pada 24–25 Juni 2026 di Auditorium Fakultas Syariah dan Adab serta Ruang Kelas 2.4 Prodi HES. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelesaian studi mahasiswa.
Salah satu peserta sidang munaqasah gelombang 2 tersebut, Siti Nur Hamidah, yang akrab disapa Hamidah, mengaku merasa sangat senang dan bersyukur setelah berhasil melewati sidang. Menurutnya, keberhasilan mengikuti munaqasah menjadi pencapaian penting setelah melalui berbagai proses penyusunan skripsi.
“Saya sangat senang dan bersyukur karena akhirnya bisa sampai pada tahap ini. Meskipun masih ada beberapa revisi yang harus diselesaikan, saya merasa lega karena telah melewati satu tahapan penting dalam perjalanan akademik,” ujarnya.
Sebelum menghadapi sidang, Hamidah mempersiapkan diri dengan mempelajari kembali isi skripsi, berlatih presentasi, serta memperdalam teori yang digunakan dalam penelitiannya agar lebih siap menjawab pertanyaan dari dosen penguji.
Penelitian yang diangkat Hamidah berfokus pada studi kasus mengenai aset desa yang dijadikan sebagai jaminan. Penelitian tersebut dikaji berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 serta ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah.
Dalam proses penyusunan skripsi, ia mengaku tantangan terbesar bukan hanya berasal dari aspek akademik, tetapi juga dari dirinya sendiri. Menjaga konsistensi, melawan rasa malas, hingga kendala teknis akibat kerusakan laptop sempat menjadi hambatan selama proses penelitian.
Meski demikian, Hamidah menilai peran dosen pembimbing dan Program Studi HES sangat membantu dalam menyelesaikan skripsinya. Arahan dan masukan yang diberikan menjadi bekal penting untuk menyempurnakan penelitian, meskipun penyesuaian jadwal bimbingan terkadang menjadi tantangan tersendiri.
Baginya, momen paling menantang saat munaqasah adalah ketika mempresentasikan hasil penelitian. Namun, rasa gugup tersebut dapat diatasi berkat persiapan yang matang dan pemahaman yang baik terhadap isi skripsi.
Lebih dari sekadar memenuhi syarat kelulusan, proses penyusunan skripsi juga memberikan banyak pelajaran berharga. Hamidah mengaku belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menyusun penelitian sesuai kaidah akademik. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga menjadi motivasi besar selama proses tersebut.
Ia juga menilai penelitian yang dilakukan membantunya memahami penerapan teori-teori Hukum Ekonomi Syariah dalam menganalisis persoalan nyata di masyarakat, khususnya terkait aset desa yang dijadikan sebagai jaminan.
Menutup wawancara, Hamidah berpesan kepada mahasiswa HES yang sedang menyusun skripsi agar tetap semangat dan memahami penelitian yang telah dibuat.
“Tetap semangat, terus belajar, dan pahami isi skripsi sendiri. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mempresentasikan penelitian serta menjawab pertanyaan dari dosen penguji saat sidang,” pesannya.
Ke depan, Hamidah berharap dapat segera menyelesaikan seluruh revisi, mengikuti wisuda, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Prodi HES Unugiri. Ia juga berharap Program Studi HES Unugiri terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

