Soroti Keadilan Gender di Era Digital, Dosen HES UNUGIRI Sukses Publikasikan Riset di Jurnal Scopus Q1

Soroti Keadilan Gender di Era Digital, Dosen HES UNUGIRI Sukses Publikasikan Riset di Jurnal Scopus Q1

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro. Salah satu dosen HES, Lisa Aminatul Mukarromah, berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 melalui artikel berjudul “Digitalization and Cyberfeminism: Reinterpreting Islamic Criminal Law for Gender Equality and Women’s Rights.”

Penelitian tersebut mengangkat isu reinterpretasi Hukum Pidana Islam (Fiqh Jinayah) dalam menghadapi fenomena kekerasan berbasis gender di ruang digital, seperti cyber harassment, doxxing, dan revenge pornography. Dengan menggunakan pendekatan maqashid syariah dan cyberfeminism, penelitian ini menawarkan perspektif bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak perempuan di era digital.

Dalam wawancaranya, Lisa Aminatul Mukarromah menjelaskan bahwa pemilihan topik penelitian diprakarsai oleh penulis pertama, Imroatul Azizah, sementara dirinya sebagai penulis kedua mengikuti tema yang telah dirancang. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk munculnya berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di dunia maya. Oleh karena itu, diperlukan kajian hukum Islam yang mampu memberikan solusi dan perlindungan terhadap persoalan kontemporer tersebut.

Proses penyusunan artikel dimulai sejak Januari 2025 dan kemudian dikirimkan ke jurnal pada 15 Mei 2025. Setelah melalui proses peer review yang ketat, artikel dinyatakan diterima pada 10 Oktober 2025 dan akhirnya dipublikasikan pada Mei 2026. Secara keseluruhan, perjalanan publikasi ini memerlukan waktu sekitar satu tahun, mulai dari pengumpulan referensi, penyusunan naskah, proses penilaian oleh reviewer, revisi, hingga penerbitan.

Menurut Lisa, tahapan publikasi diawali dengan identifikasi isu penelitian yang memiliki kebaruan dan relevansi ilmiah. Selanjutnya dilakukan studi literatur yang mendalam, penyusunan kerangka teori, penulisan artikel, serta pengecekan kualitas bahasa akademik sebelum naskah diajukan ke jurnal. Selama proses penilaian, reviewer memberikan berbagai masukan terkait substansi, metodologi, dan penguatan argumentasi sehingga tim penulis harus melakukan beberapa kali revisi hingga artikel dinyatakan layak diterbitkan.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses tersebut adalah memastikan artikel memiliki unsur kebaruan yang kuat sekaligus memenuhi standar akademik internasional. Selain itu, proses revisi menuntut pendalaman teori dan penambahan referensi yang cukup banyak. Tantangan tersebut dapat diatasi melalui diskusi intensif antarpenulis, penguatan literatur, serta menjaga konsistensi dan ketelitian dalam setiap tahap penyempurnaan naskah.

Keberhasilan publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lima penulis, yaitu Imroatul Azizah sebagai penulis pertama dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Lisa Aminatul Mukarromah sebagai penulis kedua dari Unugiri, Khurul Anam sebagai penulis ketiga dari Unugiri, Sanuri Sanuri sebagai penulis keempat dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, serta Nafi’ Mubarok sebagai penulis kelima dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Selain kerja sama tim, dukungan institusi, rekan sejawat, dan keluarga turut menjadi motivasi selama proses penelitian dan publikasi berlangsung.

Untuk menjaga kualitas artikel, tim penulis memanfaatkan berbagai referensi dari jurnal internasional bereputasi, database Scopus, Google Scholar, regulasi nasional seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), serta berbagai literatur klasik dan kontemporer mengenai hukum Islam, maqashid syariah, dan cyberfeminism.

Lisa mengaku merasa sangat bersyukur, bahagia, dan bangga ketika menerima kabar bahwa artikel tersebut resmi diterima dan terindeks Scopus. Baginya, publikasi di jurnal bereputasi internasional merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan komitmen akademik. Pencapaian tersebut juga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan hukum Islam yang lebih responsif terhadap tantangan digital. Selain memperkuat perspektif perlindungan hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam, hasil penelitian ini juga dapat menjadi rujukan bagi akademisi, pembuat kebijakan, maupun masyarakat dalam memahami isu keadilan gender di era digital.

Kepada mahasiswa HES, Lisa membagikan beberapa strategi bagi mereka yang ingin mulai menulis artikel ilmiah dan menargetkan publikasi di jurnal bereputasi. Ia menyarankan agar mahasiswa membiasakan diri membaca jurnal internasional, memilih topik yang aktual dan memiliki unsur kebaruan, menguasai metode penelitian, serta tidak takut untuk mulai menulis meskipun masih sederhana. Selain itu, mahasiswa juga perlu aktif berdiskusi dengan dosen pembimbing dan terus memperbaiki kualitas tulisan berdasarkan berbagai masukan yang diperoleh.

Di akhir wawancara, Lisa menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa HES bahwa penelitian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengajak mahasiswa agar tidak takut memulai, tidak takut melakukan kesalahan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi penolakan maupun revisi. Menurutnya, setiap karya ilmiah merupakan investasi ilmu yang akan terus memberikan manfaat. Dengan semangat membaca, menulis, dan berinovasi, ia optimistis karya ilmiah mahasiswa HES Unugiri mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *