KKN di Desa Paseyan, Mahasiswa HES UNUGIRI Belajar Mengabdi dan Beradaptasi Bersama Masyarakat

KKN di Desa Paseyan, Mahasiswa HES UNUGIRI Belajar Mengabdi dan Beradaptasi Bersama Masyarakat

hes.unugiri.ac.id— Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) di Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, berlangsung pada 29 Juli hingga 26 Agustus 2026. Sebelumnya, kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan pada Selasa (28/7).

Salah satu mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) yang ditempatkan di Desa Paseyan, Devi Wakyuni yang kerap disapa Devi, turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN. Bagi Devi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurut Devi, KKN merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan dan melakukan penelitian, tetapi juga dituntut untuk memberikan kontribusi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Desa Paseyan serta latar belakang masing-masing program studi. Salah satu program yang menjadi unggulan adalah kegiatan yang berkaitan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam membantu branding dan pengembangan usaha masyarakat.

Selain itu, mahasiswa turut melaksanakan berbagai kegiatan lain, seperti mengajar di SD/MI dan TPQ, kegiatan Agustusan, penanaman tanaman obat keluarga (toga), kegiatan bersama masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan belajar secara langsung dari masyarakat. Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Devi adalah ketika mengikuti kegiatan tahlilan. Ia menemukan bahwa pelaksanaan tahlilan dapat memiliki perbedaan di setiap daerah sehingga mahasiswa perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Kegiatan Agustusan juga menjadi salah satu momen yang berkesan karena mahasiswa dapat terlibat secara langsung bersama masyarakat. Menurut Devi, hampir seluruh kegiatan selama KKN memberikan pengalaman tersendiri sehingga sulit untuk memilih satu kegiatan yang paling berkesan.

Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam membangun kerja sama dengan anggota kelompok yang berasal dari berbagai program studi. Sebelumnya, sebagian mahasiswa belum saling mengenal sehingga diperlukan proses untuk memahami karakter, cara berpikir, dan pendapat yang berbeda.

“Salah satu tantangan terbesar adalah kami berasal dari beberapa program studi dan sebelumnya tidak saling mengenal. Jadi, kami belajar bagaimana memahami berbagai karakter, menyatukan pendapat, dan tetap bisa menyelesaikan tugas bersama,” ungkap Devi.

Bagi Devi, KKN juga memberikan pengalaman baru dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Ia yang sebelumnya jarang berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi lebih terbiasa untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Dari pengalaman tersebut, Devi menyadari bahwa masyarakat desa memiliki potensi dan pengetahuan yang besar. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya datang dengan sikap menggurui, melainkan turut belajar dari masyarakat dalam menjalankan program pengabdian.

“Dari situ saya belajar bagaimana menjalankan program kerja tanpa merasa menggurui masyarakat, karena kita datang juga untuk belajar,” ujarnya.

Respons masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa KKN juga dinilai sangat baik dan positif. Salah satu apresiasi yang berkesan bagi Devi berkaitan dengan sikap dan adab mahasiswa ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Percuma kamu pintar kalau adabnya tidak bagus, tapi mahasiswa UNUGIRI ini bisa,” ujar salah satu masyarakat sebagaimana ditirukan Devi.

Apresiasi tersebut menjadi pengalaman berarti bagi mahasiswa karena menunjukkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya dilihat dari program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sikap dan perilaku mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat.

Sebagai mahasiswa HES, Devi juga merasakan adanya keterkaitan antara kegiatan KKN dengan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Berbagai program yang dilakukan menjadi kesempatan untuk melihat dan mengimplementasikan pengetahuan yang sebelumnya diperoleh di kelas dalam kehidupan masyarakat.

“Sebagai mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, saya merasa banyak program kerja yang kami lakukan memiliki keterkaitan dengan apa yang sudah dipelajari di perkuliahan. Jadi, apa yang sebelumnya dipelajari di kelas bisa dilihat dan diimplementasikan secara langsung di masyarakat,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian KKN, Devi mengaku senang karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat masyarakat, bertemu teman-teman dari berbagai program studi, serta mengenal lingkungan baru. Selama satu bulan, ia memperoleh berbagai pelajaran mengenai adaptasi, kerja sama, dan komunikasi dengan orang lain.

Devi berharap hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Paseyan dapat terus terjaga meskipun kegiatan telah berakhir. Ia juga berharap berbagai program dan hal baik yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan dilanjutkan oleh masyarakat.

“Semoga hubungan baik yang sudah terjalin antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Paseyan tidak berhenti setelah KKN selesai. Bagi teman-teman mahasiswa, semoga pengalaman selama KKN ini bisa menjadi bekal untuk terus mengabdi dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan di kampus,” pesannya.

Melalui kegiatan KKN, mahasiswa HES Unugiri tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu di tengah masyarakat, tetapi juga belajar untuk beradaptasi, bekerja sama, serta memahami bahwa pengabdian merupakan proses untuk memberikan kontribusi sekaligus belajar dari masyarakat. KKN juga menjadi salah satu agenda wajib yang diikuti oleh mahasiswa Unugiri pada semester 6 sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *