hes.unugiri.ac.id— Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa baru. Sejumlah mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) turut mengambil peran dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik sebagai Liaison Officer (LO) maupun panitia.
Dalam pelaksanaannya, empat mahasiswa HES dipercaya menjadi LO, yakni Mey Shofi Nurmawati, Leni Isdian Nengrum, Qurotul Aini Salma Sasaria, dan M. Jauharul Maknun. Sebagai LO, mereka bertugas mendampingi dan memberikan arahan kepada mahasiswa baru selama rangkaian kegiatan PKKMB berlangsung.
Sementara itu, tiga mahasiswa HES lainnya turut terlibat sebagai panitia, yaitu Windiyanti Laily Nuraini, Windawati Laily Nuraini, dan Aditya Jefri Ardiansyah. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta pengelolaan kegiatan dalam lingkup yang lebih luas.
Mey Shofi Nurmawati mengungkapkan bahwa menjadi LO membutuhkan kesabaran karena harus berhadapan dengan mahasiswa baru yang memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda. Menurutnya, seorang LO perlu mampu memahami kondisi mahasiswa baru sekaligus memberikan arahan dengan cara yang baik.
Sementara itu, Windawati Laily Nuraini menilai keterlibatannya sebagai panitia PKKMB menjadi pengalaman baru yang cukup berkesan. Ia memang senang mengikuti kegiatan organisasi dan mencoba hal-hal baru. Sebelumnya, ia beberapa kali terlibat dan berkolaborasi dengan organisasi di lingkungan prodi. Melalui PKKMB, ia ingin mendapatkan pengalaman yang lebih luas sekaligus mengenal mahasiswa dari berbagai program studi.
“Setelah terlibat langsung sebagai panitia PKKMB, saya menemukan banyak hal yang belum pernah saya temui di organisasi sebelumnya. Di sini saya belajar bagaimana bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki karakter, kebiasaan, dan latar belakang yang berbeda,” ungkapnya.
Menurut Winda, selama menjadi panitia tentu terdapat berbagai situasi yang harus dihadapi, mulai dari persoalan yang muncul secara mendadak hingga hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana. Kondisi tersebut menjadi pembelajaran untuk lebih cepat beradaptasi, berkomunikasi, dan mencari solusi bersama.
“Menjadi panitia PKKMB bukan hanya tentang menjalankan tugas dan menyukseskan acara, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar bertanggung jawab, membangun relasi, dan memahami bahwa keberhasilan sebuah kegiatan membutuhkan kerja sama dari banyak orang,” jelasnya.
Keterlibatan tujuh mahasiswa HES tersebut menunjukkan bahwa pengalaman di lingkungan kampus tidak hanya diperoleh melalui kegiatan perkuliahan. Kesempatan menjadi LO dan panitia menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta keberanian berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.
Bagi Winda, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus berkembang dan berani mencoba berbagai hal baru ke depannya.

